Written on
April 25, 2008 – 7:31 am | by henartly
Lelaki -
mahluk yang mengaku supermacho itu - pasti tak ingin menunjukkan ketakutannya
pada Anda. Tapi benarkah mereka tidak menyimpan ketakutan tertentu dalam hidup?
Hohoho… jangan salah. Chic mengungkap rahasia merekka untuk Anda.
1.
Impoten
Bayu, 27, Lajang, Sales Marketing
"Saya paling takut kalau ternyata ketika saya bangun
pagi mendapati ’si junior’ tidak bisa ‘bangun’. Wah, bakalan kiamat rasanya.
Malu dong kalau sampai ketahuan oleh istri saya kelak, barang kebanggaan saya
ini tidak berfungsi. Sesukses apa pun seorang laki-laki, kalau ‘junior’-nya
kendor, bukan lelaki sejati namanya."
2.
Ketahuan Selingkuh
Ferdy, 29, Menikah, Account Executive
"Saya takut ketahuan selingkuh. Karena kalau sampai
ketahuan, ‘adik’ saya bisa dipotong! hehehe…Tapi saya memang pengin banget
selingkuh. Ini sedang tahap penjajakan, hehehe.. Kenapa saya niat selingkuh?
Soalnya, ternyata istri itu tidak selamanya menyenangkan! Menurut saya, pasti
banyak yang pengin selingkuh untuk cari suasana baru. Cuma, karena takut
ketahuan dan kebanyakan begitu, akhirnya niat selingkuh dipendam. Kalaupun
dijalankan, pasti diam-diam. Takut kan
kalau ketahuan!"
3.
Dikejar Banci
Budi, 34, Lajang, Karyawan Bank
"Kalau saya, paling takut dikejar bencong (banci) atau diperkosa bencong. Ini serius. Kalau sampai
kejadian, bakal ada pertumpahan darah. Pertama, saya straight dan tak suka hubungan sejenis.
Kedua, saya memang pernah dikejar bencong.
Kejadiannya di Bogor. Bencong
itu mengejar saya sambil terus memanggil saya, ‘Mas…mas…’ Dan itu bikin
saya lari terbirit-birit. Bukan tidak jantan. Soalnya yang saya dengar bencong di
sana itu mainannya pisau, kalau kita menolak
diajak kencan. Serem kan ?
Saya tidak mau cari masalah."
4.
Tidak Bertanggungjawab
Hendra, 32, Menikah, Konsultan
"Kalau saya, sebagai laki-laki yang paling saya
takutkan adalah kehilangan rasa tanggungjawab pada istri dan anak. Pokoknya
jangan sampai deh saya seperti itu. Karena menurut saya, tugas lelaki yang
paling penting sebagai mahluk hidup itu punya rasa tanggungjawab. Dan
untuk yang sudah menikah, ya harus bisa menghidupi keluarga, tentunya."
5.
Kehilangan Pasangan
Altair, 28, Menikah, Staf IT
"Saya takut kalau istri saya diambil orang. Cause I love her so much. She’s the answer of my pray. Definitely my type. Biasanya
kan , Tuhan memberikan
kita pasangan yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Nah, saya dapat
‘combo’ nih, what I need and what I want.
Kebayang kan ,
bagaimana bahagianya saya?"
6.
Bekas Luka
Teguh, 30, Lajang, Arsitek
"Yang paling saya takutkan? Kalau identitas saya
sebagai Superman diketahui orang hehehe… Well,
saya punya rahasia yang enggak banyak cewek tahu. Di badan saya banyak bekas
luka. Kesannya preman banget ya? Hehehe…Maksudnya, kulit badan saya enggak
mulus. Kalau cewek-cewek mengidamkan body
saya seperti Tom Welling atau bintang film siapa lah, takutnya mereka mendadak ilfil melihat body saya."
7.
Kematian
Yunus, 31, Lajang, Staf Humas
"Kematian, itu yang paling saya takutkan sebagai
manusia. Saya takut pahala saya belum cukup untuk menghadapi kematian. Saya
takut kalau mati nanti, masuk neraka. Soalnya, sampai sekarang ibadah saya
masih bolong-bolong, tapi berbuat dosa jalan terus, hehehe…"
8.
Cepat Tua
Koko, 29, Lajang, Art Director
"Jujur saja, saya takut cepat tua. Soalnya, saya merasa
belum tuntas nih menikmati hidup. Apalagi menjadi orang tua
kan identik dengan sakit-sakitan. Aduh,
susah ya kayaknya."
9.
Ketahuan Bohong
Barry, 28, Lajang, Copywriter
"Saya sering boys
night out. (Tentunya) dengan teman-teman sesama lelaki. Main ke
manalah. Kalau sudah begini, party
kan bisa
seenak jidat. Mau kenal cewek mana, mau ngapain
saja, sudah deh, enggak usah ditanya hehehe… Nah, perempuan
kan rajin tuh menelepon malam-malam. Jadi,
saya mesti selalu siap dengan berbagai alasan. Kalau ketahuan, bahaya soalnya.
Sementara ini sih, pacar saya enggak pernah tahu. Dia percaya saja kalau saya
keluar dengan teman-teman."
10.
Anak Berubah Haluan
Ilham, 30, Menikah, Programmer
"Harapan setiap orangtua
kan anak laki-lakinya tumbuh menjadi
laki-laki normal. Tapi kalau melihat zaman sekarang, saya takut kalau nanti
punya anak ternyata setelah besar dia berubah orientasi seksual dan suka
sejenis. Wah, rasanya saya sebagai ayah gagal mendidik dia."
11.
Tidak Dapat Jodoh
Bramantyo, 26, Lajang, Akuntan
"Saya takut tidak bisa mendapatkan pasangan hidup.
Alasannya, sih banyak faktor. Saat ini saya sendiri masih belum berani
berkomitmen karena ego pribadi dan merasa belum mapan.
Kan katanya menjadi lelaki harus
bertanggungjawab menghidupi anak perempuan orang? Tapi, di luar itu, saya
pribadi orangnya sangat pemilih. Makanya, saya agak sulit untuk menemukan pasangan
yang cocok dengan keinginan saya."
12.
Mandul
Andry, 27, lajang, Dokter Gigi
"Mandul, saya takut itu. Meski zaman sudah modern,
orang pun bisa mengadopsi anak jika tidak dikaruniai keturunan, saya tetap
merasa kejantanan saya tidak terbukti. Kayaknya kalau tidak ‘tokcer’, orang
masih memandang ‘miring’, ya."
13.
Kehilangan Pekerjaan
Ibnu, 28, Lajang, Product Designer
"Sebagai lelaki, kita
kan dituntut harus bisa menghidupi diri
sendiri dan keluarga nantinya. Nah, kalau sampai kehilangan pekerjaan,
bagaimana saya bisa memenuhi tuntutan itu. Apalagi saya sangat menyukai
pekerjaan ini. Kalau sampai dipecat, rasanya kiamat."
Mengapa Lelaki Suka Berbohong?
Sebenarnya berbohong bukan hanya dilakukan lelaki, tapi juga
perempuan. Namun, mengapa lelaki identik dengan kata suka berbohong? Dan yang
menarik, mereka senang berbohong tapi takut kalau ketahuan.
Menurut Allan dan Barbara Pease, penulis Why Men Lie and
Women Cry, lelaki senang berbohong untuk mencegah adanya argumentasi. Selain
itu, lelaki juga suka melebih-lebihkan kehebatan mereka demi menutupi kelemahan
yang sebenarnya.
Karakteristik Lelaki Sejati
Mengapa lelaki sejati selalu identik dengan kuat dan mampu
dalam segala hal? Ternyata budaya ini sudah tertanam dalam diri kaum lelaki sejak
mereka kecil. Menurut psikolog asal Amerika Serikat, Warren T. Farrel, setiap
anak lelaki akan melihat karakteristik seorang lelaki sejati sebagai lelaki
yang berhasil secara materi (finansial), punya ketenangan, kekuatan fisik dan
psikologi, serta tidak menunjukkan sikap lemah.
Erma Dwi Kusumastuti
Posted in Uncategorized | 1 Comment »